Share

Gforce

Jumat, 23 Maret 2012

India Ancam Blokir Google dan Facebook


          1326468562836471795

Google dan Facebook akan di tutup di India, jika kesepakatan tidak ada(gambar: dari Google)
Pertempuran yang sedang berlangsung di India untuk menghapus konten yang dianggap tidak sesui telah menimbulkan kekawatiran baru untuk para penguasa internet yaitu seperti Google dan Facebook, setelah pengadilan setempat memerintahkan Google, Facebook  dua puluh perusahaan Internet lainnya untuk menghapus konten-konten dari situs mereka.
Dimana Sebuah pengadilan di India pada hari ini mengancam akan memblokir Google, Facebook dan perusahaan internet lainnya jika mereka tidak bisa  mencegah konten yang menyinggung yang telah dipublikasikan pada Web mereka.

Pengadilan Tinggi Delhi pada Kamis memperingatkan situs jejaring sosial Facebook India dan mesin pencari Google India dimana bahwa situs web tersebut dapat “diblokir” seperti yang dilakukan oleh Pemerintah  Cina jika mereka gagal untuk merancang mekanisme untuk memeriksa dan menghapus materi yang menyinggung dari halaman web mereka, demikian kata laporan sebuah Portal berita NDTV.
Pada laporan tersebut dikatakan bahwa “India bisa Seperti Cina, dimana kami akan memblokir semua situs-situs tersebut,” kata Hakim Suresh Kait dan Namun untuk sementara Hakim tersebut meminta Facebook dan Google India untuk mengembangkan mekanisme serta untuk menjaga atau  menghapus “Konten yang tisak pantas” serta materi dari halaman web mereka.
Pemerintah ini telah memberikan sanksi untuk bagi 21 situs jejaring sosial seperti Facebook, Google, Microsoft dan Yahoo India serta kasusnyta berkelanjutan  atas peraturan konten. Pengadilan itu juga menambahkan bahwa ada materi yang cukup untuk melanjutkan Kasus ini terhadap 21 situs jaringan sosial dimana mereka telah  mempromosikan pelanggaran dan permusuhan dan sehingga  menyebabkan prasangka terhadap integrasi nasional.
Ada materi yang cukup untuk melanjutkan terhadap terdakwa berdasarkan pasal 153-A, 153-B dan 295 - A dari IPC, untuk mnelanjutkan kasus ini”kata Hakim Sudesh Kumar, dikutip dari ibnlive.in.com.
Jika kita mengikuti Berita tentang ini, memang ini bukan pertama kalinya pemerintah India telah melakukan ancaman terhadap Perusahaan Online karena mereka gelisahan atas penggunaan teknologi untuk berbagi informasi secara online. Pada tahun yang lalu( 2011) Pemerintah India sempat mengeluarkan pernyataan tentang Penggunanaan Online atau konten yang menyinggung pada situs web.
Pengacara umum, Mukul Rohatgi, yang membela Google India, mengatakan posting  “cabul, menyenangkan dan memfitnah serta artikel lain  dan hal-hal lain tidak dapat “disaring” atau “dipantau”. Miliaran orang di seluruh dunia memposting artikel mereka di website Search engine.

Pada 2011 yang lalu bahwa Pemerintah India telah meminta Facebook, Google, Microsoft dan Yahoo untuk menyensor komentar yang memfitnah atau meremehkan Pemerintah yang diposting di situs Web mereka, menurut The New York Times .
Kala itu permintaan itu pertama di sampaikan oleh Menteri Komunikasi India Kapil Sibal, dan dulu telah memanggil para eksekutif empat perusahaan teknologi besar tersebut. Sibal berpikir bahwa internet penuh dengan orang yang menghina satu sama lain dan mem-posting fitnah sehingga harus disensor. Empat perusahaan yang dipilihnya dianggap punya andil paling besar.
Namun, ditengah-tengah perseteruan antara Perushaan Internet dengan Pemerintah Indian pada Tahun 2011 lalu dan Di tengah kontroversi  atas isi regulasi online, raksasa pencaraian Internet yaitu Google India pernah  mengatakan tidak  akan menghapus materi apapun hanya karena kontroversial.



Sumber

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo