Share

Gforce

Kamis, 28 Januari 2010

PANDUAN INSTALASI LINUX FEDORA CORE 6



PANDUAN INSTALASI
LINUX FEDORA CORE 6
Langkah-langkah Instalasi (Instalasi dari DVD-ROM)
Ada beberapa cara instalasi berdasarkan sumber, antara lain DVD-ROM, harddisk dan server
(NFS, FTP, HTTP) di jaringan. Pada tulisan ini penulis menggunakan instalasi dari DVD-ROM.
Bagi Anda yang tidak memiliki DVD Drive dapat menggunakan media CD-ROM.
Untuk melakukan instalasi dari DVD-ROM dilakukan dengan booting komputer melalui CD-ROM/
DVD-ROM drive, dengan mengubah boot sequence BIOS dengan prioritas pertama pada CDROM/
DVD-ROM. Pilihan mode instalasi yang digunakan berbasis grafis (Graphical User
Interface), sehingga dapat menggunakan mouse untuk bernavigasi.
Setelah booting komputer dari DVD-ROM, akan muncul tulisan:
boot:
Dengan menekan [Enter], maka akan masuk pada modus instalasi grafis, akan ditampilkan
''Welcome Screen'' program instalasi. (Jika Anda akan meng-check media yang digunakan, silahkan
pilih check media...) Selanjutnya menekan tombol [Next] untuk melanjutkan.
(Seluruh screenshot dalam tulisan ini diambil dari notebook IBM ThinkPad R51e yang digunakan penulis
saat bekerja di rumah – hadiah dari orang tua penulis).
Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi selengkapnya:
1. Pilihan Bahasa
Pilihan ini digunakan untuk menentukan bahasa yang digunakan selama proses instalasi.
Penulis memilih bahasa Inggris (English) karena lebih terbiasa, daripada menggunakan
pilihan bahasa Indonesia. Bagi pemula, penulis sarankan gunakan bahasa Indonesia.

Gambar 1 Memilih Bahasa yang Digunakan Saat Instalasi
2. Konfigurasi Keyboard
Memilih layout keyboard yang digunakan. Pilihan ini akan menentukan penerjemahan tomboltombol
keyboard yang digunakan oleh sistem. Penulis memilih U.S. English. Sebagian besar
layout keyboard yang beredar di Indonesia adalah U.S. English.
FX. Eko Budi Kristanto http://fxekobudi.wordpress.com/ 1
Panduan Instalasi Linux Fedora Core 6
Gambar 2 Memilih Layout Keyboard yang Digunakan
3. Pilihan Modus Instalasi (Instal atau Upgrade)
Secara otomatis program instalasi Fedora Core 6 akan mendeteksi ada tidaknya instalasi
Fedora Core pada sistem sebelumnya. Jika sudah terdapat instalasi Fedora Core versi-versi
sebelumnya, maka akan tampil pilihan Upgrade an existing Installation. Penulis memilih
instalasi Fedora Core 6 yang baru pada sistem, dengan memilih Install Fedora Core.
Gambar 3 Upgrade atau Instalasi Sistem yang Baru
4. Pemilihan Partisi Harddisk
Tersedia pilihan untuk mempartisi harddisk sebagai berikut:
 Remove all Linux partitions on this system – pilihan ini untuk menghapus hanya partisi
Linux saja.
 Remove all partitions on this system – pilihan ini akan menghapus semua partisi pada
harddisk.
 Keep all partitions and use existing free space – pilihan ini untuk melakukan partisi dan
instalasi sisa harddisk. Artinya, proses instalasi tidak akan menghapus partisi yang sudah
ada, tetapi akan membuat partisi yang baru di sisa harddisk yang belum terpakai.
 Create custom layout – pilihan ini untuk melakukan partisi sesuai dengan kemauan kita.
Penulis memilih partisi harddisk secara manual dengan menggunakan Create Custom
Layout.
FX. Eko Budi Kristanto http://fxekobudi.wordpress.com/ 2
Panduan Instalasi Linux Fedora Core 6
Gambar 4 Partisi Harddisk
5. Konfigurasi Partisi Harddisk
Harddisk notebook sebesar 40 GB dipartisi menjadi 5. Penulis membuat sebuah
VolumeGroup partisi LVM (Logical Volume Management) untuk menyimpan partisi / dan
swap. Jenis dan besarnya kapasitas partisi yang penulis buat tampak pada Gambar 5. (Detail
partisi yang dibuat adalah: /boot, LVM PV (untuk partisi / dan swap), dan /home (untuk menyimpan
data-data kerja penulis).
Gambar 5 Konfigurasi Partisi Harddisk
6. Konfigurasi Boot Loader
Untuk menjalankan sistem tanpa menggunakan disket boot, perlu diinstalasi sebuah boot
loader ke harddisk. Boot loader adalah program yang akan dimuat oleh BIOS komputer dan
bertanggung jawab untuk membaca kernel sistem operasi dan memberikan kendali jalannya
sistem kepada kernel tersebut. Pada akhirnya kernel akan melakukan inisialisasi terhadap
sistem dan mengendalikannya.
Program instalasi menyediakan dua pilihan, yaitu GRUB atau tanpa boot loader. GRUB
(Grand Unified Bootloader), dijadikan boot loader default pada Fedora Core 6. GRUB mampu
memuat berbagai sistem operasi dan dapat diinstal pada salah satu lokasi berikut:
1. Master Boot Record (MBR)
2. Sektor pertama pada partisi boot
Penulis menggunakan GRUB sebagai boot loader dan menambahkan password untuk
FX. Eko Budi Kristanto http://fxekobudi.wordpress.com/ 3
Panduan Instalasi Linux Fedora Core 6
GRUB. GRUB diinstal pada MBR.
Gambar 6 Konfigurasi Boot Loader
7. Konfigurasi Jaringan
Dalam tahap ini, akan dilakukan konfigurasi network card. Pada notebook penulis,
menggunakan network card Broadcom Corporation NetXtreme Fast Ethernet. Program
instalasi telah mendeteksi adanya sebuah network card dan menampilkannya dalam daftar
jaringan sebagai eth0.
Langkah selanjutnya adalah menentukan informasi untuk network card tersebut. Informasi ini
meliputi IP address, netmask jaringan, nama host (hostname), gateway, dan Domain Name
Server (DNS) jaringan. Jika jaringan di tempat Anda dalam waktu dekat ini belum akan
menggunakan IPv6, maka disabled pilihan ini, karena jika tidak, akan memperlambat kinerja
PC.
Gambar 7 Konfigurasi Jaringan
8. Pilihan Time Zone
Menentukan time zone sesuai dengan wilayah waktu. Penulis memilih Asia/Jakarta (Java &
Sumatra), untuk Waktu Indonesia bagian Barat. Hapus tanda check untuk pilihan System
clock uses UTC.
FX. Eko Budi Kristanto http://fxekobudi.wordpress.com/ 4
Panduan Instalasi Linux Fedora Core 6
Gambar 8 Menentukan Time Zone
9. Menentukan Password Root
Root adalah user yang digunakan untuk administrasi sistem. Pada menu, diminta untuk
memasukkan password dua kali untuk memastikan password yang dimasukkan benar-benar
sesuai dengan yang dimaksud dan tidak terjadi salah ketik ketika memasukkan password.
Password root minimal terdiri dari 6 karakter.
Gambar 9 Menentukan Password Root
10. Memilih Group Paket
Pada langkah sebelumnya, penulis telah memilih instalasi model Custom. Dengan pilihan ini
penulis akan memilih sendiri paket yang akan diinstal pada sistem. Penulis memilih beberapa
paket yang dibutuhkan untuk keperluan demo server, diantaranya DNS, Web Server, Proxy,
Firewall, VNC, Samba, NFS dan File Server, paket X Window (termasuk display manager
XDM dan GDM) dan untuk desktop penulis menggunakan GNOME.
FX. Eko Budi Kristanto http://fxekobudi.wordpress.com/ 5
Panduan Instalasi Linux Fedora Core 6
Gambar 10a Memilih Paket
Gambar 10b Mengkustomizasi Paket
11. Instalasi Paket
Proses instalasi diawali dengan membuat filesystem (memformat) partisi yang telah dibuat,
mengaktifkan partisi swap, dan sebagainya. Setelah itu satu persatu paket software akan
diinstalasi pada sistem. Selama proses instalasi, pada layar akan ditampilkan perkembangan
dari proses instalasi. (Penulis lupa untuk mengambil screenshoot proses ini, gambar yang penulis sertakan
adalah gambar sesaat sebelum proses intalasi berlangsung).
FX. Eko Budi Kristanto http://fxekobudi.wordpress.com/ 6
Panduan Instalasi Linux Fedora Core 6
Gambar 11 Sebelum Instalasi Paket
12. Instalasi Selesai
Program instalasi akan menampilkan konfirmasi untuk melakukan reboot mesin, dengan
sebelumnya mengeluarkan DVD-ROM dari DVD Drive. Setelah mesin di-reboot, sistem siap
untuk digunakan.
By: " IcH^0n3'Z "

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Visitors

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo